HELOINDONESIA.COM - Cuaca panas terik menyenat dirasakan warga Surabaya akhir-akhir ini. Suhu maksimum harian di Kota Pahlawan bisa menyentuh 36 derajat Celcius. Warga dengan nada bercanda mengatakan the hot is not public (panase ora umum-bhs Jawa).
BMKG Juanda menjelaskan, panas terik ini secara tidak langsung dipicu oleh fenomena kulminasi, yakni fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.
Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit.
Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat 'menghilang' sebab bertumpuk dengan benda itu sendiri. Hari kulminasi utama juga dikenal sebagai hari tanpa bayangan.
Kota Surabaya akan mengalami kulminasi utama pada 11 Oktober 2024 sekitar pukul 11.15 WIB.
Baca juga: Meski Menang 3-2, Kerjasama Red Sparks Belum Padu, Ko Hee-jin Belum Memenuhi Janjinya
"Selain kulminasi, ada beberapa faktor lain pemicu panas terik seperti tutupan awan, intensitas penyinaran matahari, kelembaban udara, hingga angin permukaan," ujar Prakirawan BMKG Juanda Diah Novita..
Cuaca panas terik di Surabaya sendiri diprediksi masih akan terjadi hingga bulan Oktober 2024.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi cuaca panas, di antaranya:
- Minum air putih
Pastikan tubuh tercukupi kebutuhan airnya, bahkan lebih banyak dari biasanya. Hindari minuman berkafein, berenergi, beralkohol, dan minuman manis.
- Lindungi kulit
Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 pada kulit yang tidak tertutup baju. Kenakan juga pakaian pelindung, seperti pakaian panjang, topi, dan payung.
- Hindari aktivitas berat di siang hari
Jika ingin berolahraga, lakukan di dalam ruangan.
- Jaga suhu ruangan
Tutup jendela pada siang hari dan buka pada malam hari. Gunakan kipas atau AC.
- Hindari meninggalkan orang di dalam kendaraan
Jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan yang terparkir, baik dengan kaca terbuka maupun tertutup.***